Periksa Gigi Secara Rutin ke Dokter, Perlukah?

thumbnail

Sebagian besar orang sudah merasa cukup dengan melakukan perawatan gigi secara mandiri dengan menggosok gigi dan menghindari makanan yang dapat menyebabkan kerusakan gigi. Banyak yang masih bertanya-tanya apakah perlu untuk melakukan pemeriksaan gigi secara rutin di dokter gigi di Jakarta. Untuk mengetahui jawabannya, simak ulasan berikut.

Periksa Gigi Secara Rutin ke Dokter, Perlukah

Apakah Perlu Untuk Melakukan Pemeriksaan Gigi?

Perawatan gigi secara mandiri merupakan hal yang penting, namun sebenarnya hal  tersebut masih belum cukup. Pasalnya, menggosok gigi hanya membantu untuk melepaskan dan membersihkan sisa-sisa makanan dari dalam mulut. Masalah gigi lainnya tidak dapat ditangani dengan hanya menggosok gigi.

Oleh karena itu, perlu untuk melakukan pemeriksaan gigi secara rutin ke dokter untuk mendeteksi apakah ada kemungkinan penyakit gigi yang akan muncul, seperti gigi berlubang atau penyakit gusi. Gigi berlubang sering dianggap sepele, padahal penyakit ini bersifat permanen dan tidak bisa disembuhkan secara mandiri.

Jika tidak segera diobati, lubangnya akan semakin lebar dan semakin terasa sakit. Ketika kondisinya terlalu parah, lubang gigi dapat menyebabkan pembengkakan pada gusi. Dengan demikian, melakukan pemeriksaan secara rutin ke dokter gigi Jakarta adalah salah satu cara merawat gigi yang penting dan tidak boleh diabaikan.

Berapa Kali Periksa Gigi yang Ideal?

Rentang waktu yang disarankan untuk melakukan pemeriksaan gigi adalah setiap 6 bulan sekali, baik untuk anak-anak maupun orang dewasa. Namun, jika anda memiliki penyakit sistemik atau gangguan metabolisme yang berpotensi menyebabkan sakit gigi, anda bisa berkunjung tiap 3 bulan sekali untuk pengecekan lebih intens.

Pemeriksaan gigi ke dokter dapat dilakukan ketika anak menginjak usia 6 hingga 7 bulan. Pada usia ini, gigi susu pertama mereka tumbuh. Setelah itu, tetap bawa anak ke dokter gigi walaupun tidak terjadi keluhan. Hal ini merupakan cara yang efektif untuk mengenalkan anak dengan dokter, perawat, dan tim medis lainnya.

Kondisi yang Diperiksa Ketika Melakukan Pemeriksaan Gigi

Dokter gigi Jakarta akan melakukan pemeriksaan kondisi gigi, apakah ada yang retak, lubang, patah, karang gigi, plak, atau tambalan yang rusak. Dokter gigi juga akan memberitahukan kepada anda seberapa besar potensi anda mengalami gangguan gigi berdasarkan hasil pemeriksaan.

Kemudian, dokter akan memberikan saran yang bisa anda lakukan untuk mencegah gangguan tersebut menjadi lebih parah. Selain memeriksa gigi, dokter juga akan melihat kondisi gusi dan jaringan pendukung gigi lainnya, seperti lidah, langit-langit, dan persendian rahang. Dokter akan mengecek apakah ada gangguan pada gigi atau jaringan gigi lainnya.

Jika ditanya apakah perlu untuk melakukan pemeriksaan gigi secara rutin, maka jawabannya adalah perlu. Hal ini dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan gigi dan mendeteksi jika terdapat gejala awal munculnya penyakit gigi, seperti gusi berdarah, karang gigi, atau gigi berlubang. Masalah yang terdeteksi dengan cepat dapat ditangani sesegera mungkin.

Baca Juga : Cara Cegah Lubang Gigi